Face Wash Battle (Olay, Revlon, Acnes,Himalaya Herbal,Pixy, dan Nivea)

Assalamualaykum semua, selamat menunaikan ibadah puasa ya 🙂

For those who (maybe) wait for my beauty review, here I comes ^^

P1040640

Saya harus minta maaf duluan sebelum lebaran nih kayaknya, saking lamanya nggak nulis. Dimaklumi ya, lagi fokus sama skripsi, semoga saya segera lulus, amin. Jadi saya bisa nulis lebih banyak di blog.

Okeyh, mungkin yang pernah baca tulisan saya, sudah tahu kalau saya lagi dealing sama break out  yang tiba-tiba menyambangi hidup saya. Sudah setahun sih ini, kalau saya hitung-hitung. Ya, jadi selama itu, saya mencoba berbagai cara untuk menyelamatkan wajah saja. Mencoba berbagai macam skincare dan acne treatment, sempat ke dokter juga. Alhamdulillah sudah membaik, walaupun tidak bisa dipungkiri saya masih harus berjuang dengan acne scars.

Kenapa saya pakai banyak banget facial wash? Apa nggak takut tambah breakout? Saking setresnya waktu itu, saya rasanya udah “nyoh-nyohan” dan dengan seenaknya beranggapan facial wash kan cuma nempel bentar di muka (mohon jangan di tiru ya pemirsa). Alhamdulilah aja, muka saya bukan tipe yang sensitif dan produk yang saya coba cocok-cocok aja.

Saya membagi facial wash saya menjadi tiga kategori.

-Kategori pertama adalah everyday face wash. Face wash tipe ini saya pakai setiap bangun tidur dan mau tidur malam. Atau kalo pas siang pengen cuci muka, dan seharian di rumah nggak ngapa-ngapain. Saya milih facial wash yang ringan karena saya memang gemar mencuci muka. Di kategori ini ada

Acnes Facial Wash

P1040655P1040657

Line acnes seperti yang sudah kalian ketahui, terkenal fokus ke pengobatan jerawatnya. Makanya saya nyoba, dan alhamdulillah tidak alergi. Saya saranin face wash ini buat para pembaca yang masih bertarung dengan jerawat aktifnya, karena ini ringan dan ada anti bakterinya. Sejauh ini saya nggak ada protes, kecuali bau nya yang aneh, jadi jangan kira kalian bakal dapet bau lemon seger atau bunga-bungaan kalo pake produk line acnes.

Final Score :

9.5

Plus : less irritation

Minus : Strange smell

Himalaya Herbal Neem Facial Wash (Model pump dan liquid)

Ini juga ringan banget, seperti yang sudah pernah saya tulis sebelumnya. Ada klaim free from paraben dan sls di packagingnya.  Saking ringanya, saya cuci muka terus saya sambi sikat gigi, baru abis selesai sikat gigi saya bilas, nggak perih blas.

Buat yang pengin tahu lebih lanjut, bisa mampir ke tulisan saya yang ini ya

https://nururueffect.wordpress.com/2016/01/24/himalaya-herbal-mini-haul/

Final Score

10

Extra less irritation

-Kategori kedua saya sebut facial wash for simpel make up. Facial wash ini saya gunakan di siang atau sore hari sehabis beraktifitas keluar rumah. Saya sudah lama meninggalkan everyday foundation saya semenjak muka saya “baikan”. Nggak perfect sih, wong ya bukan artis. Minimal nggak malu-maluin dan bikin orang yang lama nggak ketemu saya jadi heboh nanyain “muka kamu kenapa?”. Jadi selain eye make up+gincu saya keluar rumah cuma pakai sunscreen dan sedikit concealer buat nutupin eye bag saya yang parah dari sononya.

Revlon New Complexion

P1040651P1040652

Beli karena iseng, asli ngawur, tapi karena uda beli ya harus dipake. Duit kan nggak nempel di pohon ya, pemirsa? Facial wash ini cair, cair banget, kayak susu. Yang saya paling nggak suka adalah habis pake ini, muka saya matte (parah ya, emangnya make up). Jadi kesegaran yang Anda dambakan sehabis mencuci muka mungkin tidak Anda dapatkan.

Final Score

1

Minus :

Too mild to erase simple make up (like milk)

“Matte” effect after aplication

 

Pixy Facial Foam Brightening

P1040647P1040650

Ini hadiah sebenarnya, karena ikutan beauty classnya. Wanginya enak dan ada scrubnya. Buat tipe yang suka busa banyak dan kesat bertenaga rtanda yang dipersepsikan “habis cuci muka beneran” bakal suka facial wash jenis ini. Sejauh ini saya pakai buat ngapus make up simpel lumayan sih, ada scrubnya juga. Saya dulu pernah nyobain facial washnya Shinzui sebelas dua belas sama ini, shinzui lebih kasar malah.

 

Final Score

7

Minus :

Too much buble (means too much SLS, just my opinion tough)

 

-Kategori ketiga Heavy Makeup Facial Wash. Sesuai namanya, ini facial wash yang saya andelin pas muka saya lagi break out parah dan saya nggak berani keluar tanpa concealer dan foundation. Ekspektasi saya gede banget buat facial wash ini, karena saya harap dosa makeupan tiap hari saya waktu itu nggak bikin break out saya tambah parah.

Olay White Radiance

P1040642P1040646

Awalnya adalah saya liat review dari yutuber dan bloger luar, tapi bukan olay ini yang dimaksut, karena udah terlanjur dikonter, yasudahlah saya beli aja. Review saya ini lumayan ampuh buat ngilangin sisa make up yang nggak keangkat sama make up remover. Saya sempet repurchase ini lagi karena lembut, scrubnya nggak heboh dan rasanya seneng dia nggak bikin muka kenapa-napa.

Final Score

9

Minus

Quite Pricey for me (IDR 45.000)

 

Nivea White Oil Control

P1040653P1040654

Kemakan iklan ya? Iya memang, pas banget emang placing di yutub, pake praktek langsung kalau full make up keapus total habis cuci muka pake ini, yang nggak kepengin siapa coba. Pertimbangan saya yang lain adalah, harga facial wash ini setengah harganya Olay. Setelah saya coba, formulanya lebih ganas memang ya, pedes banget kalo sampai mata, beda sama Olay. Tapi selain itu, cukup oke kok buat ngilangin sisa make up yang nempel kalo saya lagi apply heavy make up (toh ya sekarang jarang banget heavy make up).

 

Final Score

8

Minus

Once it gets to your eyes, it’s hurt.

 

Repurchase item over all :

Himalaya Herbal (liquid foam), Acnes Facial Wash, and Nivea White Oil Control.

 

Thanks for Reading ^^

Advertisements

Refleksi Seusai menonton Film Gie

soe-hok-gie

Pernah terpikir sebenarnya apa yang salah dengan negeri ini? Walaupun keliatan dari post-post saya, saya suka sekali dengan kpop, kdrama, dan make up, saya juga sering memikirkan hal tersebut lho. Baiklah, mungkin sedikit flashback, saya adalah seorang perempuan kelahiran tahun 1993. Sampai, SMA selesai setidaknya, saya menganggap negeri saya payah, dan luar negeri manapun, akan lebih bagus dari negeri ini.

Dan, ya, singkat cerita sebuah kesempatan exchange student membuka pandangan saya. Sejak saat itu saya bisa melihat Indonesia itu, sangat cantik, sangat unik, dan sangat layak untuk dibanggakan. Dewasa ini, mungkin kita bisa melihat keadaan yang lebih baik, maksud opini saya dalam hal ini adalah sektor ekonomi, dan kesejahteraan rakyat tentunya. Saya sangat sadar mengapa negeri saya ini, susah majunya kalau dibandingkan negara-negara Eropa, Korea, atau bahkan Malaysia. Satu analisis kecil (sedikit sok tahu memang) saya mengenai hal ini adalah satu kelebihan dan juga kekurangan Indonesia, wilayah yang luas, dengan suku yang sangat beragam. Ditambah lagi, Indonesia memiliki tingkat religiusitas yang tinggi atau paradox (kalau yang ini dari buku Yuswohady Marketing in Middle Class Muslim). Pertanyaan mengapa mengapa, ini kadang menggelitik saya, sebenarnya sejauh apa negeri ini melangkah.

Pertanyaan tersebut, tentu akan terjawab dengan melihat sejarah proklamasi dan kolonialisme Indonesia. Materi pelajaran Sejarah, yang saya temui dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Sebenarnya, materi tersebut hanya bersliweran saja, nyangkut di kepala atas dasar cari nilai. Saya baru kagum sekarang, dulu bagaimana bisa proklamasi terjadi, dengan wilayah yang sangat luas ini, komunikasi yang belum secanggih sekarang, dan kondisi negara yang masih banyak campur tangan Belanda.

Setelah kemerdekaan terproklamasikan, hal yang tidak kalah sulit adalah mempertahankanya. Agresi militer, seingat saya dua kali terjadi. Selanjutnya, tentu saja insiden PKI. Kalau boleh jujur, saya dulu tidak mudeng, mengapa mereka harus dibantai, dan bahkan sampai pada sebelum nonton film ini dan setelahnya saya belum mudeng sepenuhnya.

Gie, sedikit menggelitik hati saya, sebagai mahasiswa apatis yang sering blibet dan rempong dengan urusan-urusan diri sendiri. Dalam hati saya sebenarnya tahu, tanggung jawab jika kita telah mampu mengenyam pendidikan tinggi adalah berjuang atas nama rakyat. Ya, bahkan dijaman sekarang ini, yang notabene sudah reformasi.

Sebagai mahasiswi fakulas ilmu sosial dan politik, saya masih bingung lho apa tujuan didirikanya PKI sebenarnya. Refleksi yang saya dapatkan dari film ini adalah, partai ini didukung oleh Presiden Soekarno, dan dulu digadang-gadang. Sampai suatu gerakan menginginkan Presiden Soekarno turun, karena banyak ketidakadilan seperti harga sembako naik, pengangkatan presiden seumur hidup, dan lain-lain. Akibat pergolakan tersebut Presiden Soekarno jatuh, dan Presiden Soeharto diangkat. Setelah itu militer berkuasa, PKI ditumpas, yang menurut hasil gogling saya, Soeharto secara sepihak menuduh PKI, tuduhan tentang apa saya juga kurang jelas.

Pembantaian besar-besaran terjadi setelah itu, saya sempat ngeri juga melihat penggambaran peringkusan PKI dan pembunuhan lebih dari delapan ratus jiwa di Bali. Jauh dari gambaran manusiawi, karena sepertinya mereka yang sudah di cap PKI sangat boleh untuk diperlakukan seenaknya. Apa pikiran petinggi-petinggi kita pada saat itu ya?

Menurut hasil googling saya, mereka dibunuh dengan menggunakan pedang (berbeda dengan film yang ditembak). Banyak yang dijarah, diperkosa, dan yang lain-lain. Nyawa seolah sangat murah. Saya pernah menonton sebuah diskusi youtube yang menyatakan negara juga ikut andil dalam tragedi ini.Ada sumber yang menyebutkan, sungai di Surabaya sampai tersumbat, karena jenazah. Bapak saya juga menambahkan, dulu Bengawan Solo dijadikan “tempat pembuangan” hal itu yang menyebabkan volume airnya sempat naik banyak.

Saya mencoba menambah referensi dari keterangan bapak saya. Kebetulan Kakek saya, dulu ikut berjuang. Bapak saya, aslinya Karanganyar Solo, cukup dekat dengan basis PKI di Madiun. Kata Bapak, dulu PKI itu mendatangi setiap rumah, di suruh ikut partainya, kalau tidak mau akan bermasalah (kehilangan nyawa,dll), seketika keadaan berbalik. Pasukan militer mendatangi setiap RT, menanyakan warga yang bergabung PKI, untuk langsung diciduk. Satu lagi, dengan kondisi yang chaos ini sangat mudah memfitnah orang sebagai PKI.

Iya, negara membiarkan hal ini terjadi. Film Gie, berat sih menurut saya. Bahkan kegantengan Nico disini, tidak terlalu menghibur, dan bahkan saya ikut mikir. Gie di sini, terlihat sekali hidupnya tidak tenang, jika hanya diam menekuni hobi, dipaksa untuk ikut bertindak. Namun jika bergabung dengan pergerakan tersebut, ditangkap dan mati bisa datang kapan saja.

Sejarah yang sangat kelam itu, sampai sekarang rasanya masih ditutup-tutupi oleh negara ini. Aparat pemerintah kah? atau negarakah yang bersalah? saya juga tidak bisa memilih. Yang pasti, harus ada pihak yang meminta maaf, maaf atas kekhilafan yang entah disengaja atau tidak terhadap pembantaian besar ini.

Himalaya Herbal Mini Haul !

Yak, setelah sekian lama nggak posting, karena berguling dengan urusan duniawi ( padahal skincare juga urusan duniawi -_-) , i’m back ! And finally, finally my first haul !

P1040088

Sebenernya, saya juga nggak nyangka sih, ternyata produk Himalaya Herbal saya banyak juga, jadi di bikin satu sajalah jadi haul. Yap, mungkin masih ada yang penasaran, Himalaya Herbal itu dari India. Kenapa milih skincare dari sini? Ya entah juga, pertama saya liat review dan nyobain, dan alhamdulillah cocok-cocok aja sih di kulit saya.

Langsung cus ya, pertama saya tertarik dengan Neem Mask nya. Berhubung muka saya lagi jerawatan juga, kebetulan Mbak BA nya nyaranin buat beli sekalian sama Neem Scrubnya. Ya jadilah, saya beli sepaket. Janji di social media nya sih, habis pakai ini, muka Anda akan langsung cerah gitu. Bener kok janjinya pemirsa, ngaruh gitu. Tapi, pedes cyin, sumpahh, perih gimana gitu pas baru pertama makenya. Tidak disarankan, buat Anda yang berkulit sensitif, sungguh tidak.

P1040094

Produk yang saya beli sepaket sama Neem Mask, adalah Neem Scrub. Jadi kata BA nya, scrubbing nya hari kamis, minggunya pake neem masknya. Nggak ngaruh gitu scrub ini disaya. Nggak ngangkat komedo. Sedikit perih juga pas di oles di sekitar hidung. Jadi saya nggak rekomen.

P1040092

Belakangan saya suka liat video penanganan jerawat gitu. Dan terpengaruh juga-lah buat milih facial foam yang ringan buat muka. Terus saya liat dua facial foam ini, yang blak-blakan ngasih tag no paraben, sabun, dan SLS di packagingnya.

P1040096P1040098

Oke, nyobalah, dua-duanya emang ringaan banget. Saking ringanya sampe kayak sabunan pake air, karena nggak ada busanya. Maklum, kebiasaan kalo sabunan pengenya mantep gitu yang berasa. Bedanya yang facial foam diteken langsung keluar foam jadi nggak usah di gosok-gosok. Kalo yang facial wash kan harus di gosok dulu. Sama aja kok, cuma beda bentuk. Dua-duanya ringan banget, pas buat kalian yang kulitnya sensitif!

P1040095

Okeh, produk kelima adalah toner! Masih dalam rangka terpengaruh yutubers yang menyarankan mencari toner yang free alkohol. Fyi, nyari toner yang free alkohol itu susah banget (terutama kalo nggak ada budget banyak!). Pas lagi lewat konter Himalaya Herbal, eh lagi-lagi ni produk menempelkan janji di packagingnya. Free alkohol !-lha kok pas, ya udahlah saya ambil. So far so good, walaupun baunya menyengat, entah itu bau citrus atau apa. Saya pakai toner buat ngecek kalo make up saya sudah bersih sih, dan dia melakukan tugasnya dengan baik.

P1040108

P1040091

Last one, is my favourite ! Ini asli saya beli bukan kepengaruh siapa-siapa. Tapi karena nyobain sampel produknya. Bibir saya itu kering, kering banget, chopped parah, kadang malah sampe berdarah L . Dan lipstick ini itu bikin kering, apalagi maybeline baby lip colour yang saya punya, parah sekali efek mengeringkanya. Lip balm ini keren banget gitu, nggak ada warnanya, jadi aman kalo mau di combine. Habis pake ini bibir jadi seger banget sumpah, dan no shimmer ! Hore!!! Saya suka combine lipstik sama lip balm ini, bakal jadi glossy sih, ya namanya juga lip balm. Atau kalo lagi males pake ini aja cukup. This product smells quite good in my opinion, quite similiar with buble gum. Produk ini, tahan 3-4 jam sih waktu saya pakai ke kampus, tapi walaupun ilang sekalipun, efeknya nggak kering di bibir ! Love it ! Love it ! Totally Love It !

P1040103

Best

Lip Balm

Doing a really god job in moisturizing ! No shimmer ! Perfect match for dry lipstick, and smells good !

 

Worst

Scrub

No effect at all ! Can’t do anything with comedos in my nose

 

Repurchase

Lip balm, Toner, and Neem Mask.

 

Price

Neem Mask                 IDR 22.000

Neem Srub                  IDR 22.000

Neem Foam (150 ml) IDR 34.400

Neem Facial Wash      IDR 21.300

Toner                           IDR 19.500

Lip Balm                     IDR 14.100

 

Thanks for reading ^^

Don’t hestiate if you want to know more or comment my post 🙂

Night Skincare Story (My way to deal with acne prone skin)

Who else having problem with acne here? Yea, I see you, I feel you ! Sebelumnya, kalau boleh curhat sedikit ya, saya belum pernah se-rempong ini, karena wajah saya tidak berjerawat sampai di akhir usia 21 tahun saya. Kadang ada sih satu dua, dan itu temporary.

So what exactly happen to me, I guess because of stress. Major stress. Jadi, ketika kamu sedang stress parah, dan berusaha menyelesaikan masalahmu, kesialan lain seperti ini dapat juga datang menimpamu. Contoh kasus saya, adalah rombongan jerawi-jerawi merah ini datang di saat idul fitri- saat kamu bertemu keluarga besar dan tamu-tamu. Ya, setiap keadaan memang bisa menjadi jauh lebih buruk.

Malu bertemu orang adalah salah satu respon wajar. Saya langsung belajar make up dengan kecepatan luar biasa untuk menyelamatkan penampakan muka saya. Menurut saya, concealer adalah peralatan perang wajib, favorit concealer, sudah saya review sebelumnya.

Okay, straight to the topic, saya berusaha keras mengobati muka saya sendiri. Entah saya ngerasa wasted buang uang ke klinik kecantikan, belum lagi kalau ketergantungan. Berbekal searchingan web dan yutub saya mulai mengobati muka saya sendiri terhitung sejak Juli, hingga kemarin.

Tadi pagi, saya memutuskan untuk pergi ke dokter di rumah sakit. Kenapa ? Ya karena jerawatnya belum sembuh saya obatin sendiri, cukup nyebelin memang karena jerawat merah-merah ini datang dan pergi memenuhi kedua pipi merambat ke leher tidak perduli seberapa sering saya membersihkan muka dan mengoles obat jerawat. Saya ke dokter, bawa semua skincare dan base make up yang saya pakai, dan sebenarnya dokter sudah setuju sama obat jerawat saya.

P1030831

P1040084

Kata dokter ini sudah betul (halah). Kebetulan pemakaian vitacid saya hentikan karena sering timbul jerawat-jerawat baru. Memang begitu cara kerjanya, begitu kata dokter, karena konsentrasi yang gunakan adalah yang paling rendah. Melanox juga saya hentikan karena nggak ada efeknya, sekali lagi dokter bilang karena konsentrasinya rendah, efeknya lama, tapi lebih aman. Menurut dokter, bahkan kedua krim ini bisa dicampur langsung untuk mengobati sekaligus menghilangkan flek.

Treatment yang saya terima tadi pagi, adalah chemical peeling, obat minum, dan krim malam. Suncreen saya putuskan untuk beli sendiri. Sebelumnya saya pakai parasol, tetapi kata dokter parasol it’s too oily. Saya disarankan untuk membeli sunsreen water based atau yang semprot. Okay, i will try this treatment. I’ll update it later the progress guys.

 

Thanks for reading.

Price for vitacid and melanox it’s about IDR 27.000 (below 30.000)

about YUI

Salah satu penyanyi favoritku. Sebenernya aku orangnya nggak terlalu fanatik sama seorang penyanyi/grup band. Tergantung banget sama lingkungan sekitar aku. Aku bisa nge jazz ndengerin maliq n d’esential bisa juga nge rock bareng MCR atau Paramore bisa over head bang juga dulu ndengerin lagu Maximum The Hormone bisa jadi orang jepang ndengerin L’arc~en~ciel bisa jadi orang korea juga tergila-gila sama cowok2 cakep Dong Bang Shin Ki sama SuJu bisa menye” juga ndengerin Seconhand Serenade. Bener” makhluk yang aneh. I really really realize it. hahaha. Stop talking about my self.

Oke sekarang bahas salah satu penyanyi favoritku yang lain ntar nyusul ya. Pinjem mbah gugle bentar deh, seperti yg aku bilang aku orangnya nggak fanatik jadi lebih let it flow dan nggak akan ngoyo ngapalin tanggal lahir sampe nomer sepatunya.

Nama depan	: YUI
Nama Belakang	: Yoshioka
Tempat Kelahiran	: Fukuoka
Tgl Lahir		: 26 Maret 1987
Zodiak		: Aries
Shio		: Kelinc
Hobby		: Film, Membaca, Bermain Gitar Akuistik, Badminton
Tinggi Badan	: 155 cm
Golongan Darah	: AB
Tempat Favorit	: Pantai Shunguu, Laut Niimiya
 Continue reading "about YUI"