Terhanyut dalam Tren Ada Apa Dengan Cinta 2

i nggak terlalu basi ya, kalo dibahas sekarang? Ya gapapalah barangkali ada yang masih pengen baca

reviewaadc03

Saya emang asli suka, suka banget sama Ada Apa Dengan Cinta sih sebenarnya. Saat tren AADC, saya masih terlalu kecil untuk mudeng, tapi saya sudah suka nulis (sok-sokan pengen dimuat di majalah Bobo padahal nggak pernah ngirim). Sewaktu AADC mulai diputar di tv, saya ikut nonton lalu jadi suka. Setelah saya beranjak dewasa (baca : kuliah) saya nonton film ini lagi, dan saya baru memahami, saya lebih dari sekedar suka sama film ini. (Kebetulan saya bandingkan, nonton film Eifel I’m in Love yang dulu waktu kecil juga saya tonton). Nonton film yang dulu hits, dengan feel yang udah dewasa, itu beda, beda banget.

Film ini, menggambarkan kehidupan remaja tanpa lebay, sesuai dengan keadaan Indonesia pada waktu itu. Karakter yang diusung juga kuat, dan leave deep impression pastinya ke penonton. Line, entah kenapa saya nggak tahu siapa creative marketingnya pas banget, “cemerlang!” nyambungin Find Alumni sama AADC. Dan bener aja, DAAAR, seketika demam AADC kembali melanda negeri ini.

Ada-apa-dengan-cinta-mojok

Mungkin, ini  yasalah satu alasan Miles Film bikin sekuel baru sekarang. Kalau dari wawancara sih, bilangnya sebenernya 14 tahun itu timing yang tepat. Apapun itu, berbau marketing atau tidak saya terima kasih banget, AADC dibikinin sekuel. Kangen berat sama karakter-karakternya.Cus, lanjut cerita ke filmnya ya

Seperti yang sudah kalian semua tahu tentunya, setting film ini di Jogja. Film dibuka dengan reunian kecil geng cinta-bersama pasangan masing-masing di cafe. Mili dengan keadaan hamil besar- bersuami Mamet. Ini gimana ceritanya mereka kok akhirnya bersama, tidak diceritakan. Padahal saya dan jutaan penonton AADC 2 penasaran, hehehe. Maura, membawa suami aslinya dari kehidupan nyata, Christian Sugiono. Lalu Karmen, baru saja keluar dari rehabilitasi narkoba. Dan Cinta? Cinta barusan dilamar sama cowok lain.

Ada-Apa-Dengan-Cinta-beautiful-cast

Ladya Cheryl sepertinya sedang sibuk dengan pendidikanya, sehingga dalam film ini diceritakan, Alya sudah meninggal 6 tahun lalu. Kalau saya menyelami lagi, kepergian karakter Alya pasti membawa pukulan berat buat geng cinta. Karakter Alya ini, menurut saya seperti stabiliser (apa sih ini ya) penengah dan karakter penengah yang bawaanya kalem. Kenapa nggak diceritain Alya lagi nggak bisa hadir aja ya, nggak usah sampe meninggal, kan saya jadi sedih, persahabatan mereka nggak akan pernah bisa sama lagi.

Sebelum memutuskan buat liburan bareng, mereka mengunjungi makam Alya dulu. Cinta, yang paling lama tinggal. Mereka seru-seruan di Jogja, sampai akhirnya Karmen dan Mili yang lagi beli roti berdua melihat Rangga. Lupa deh ya, saya nyeritain Rangga nya, Rangga diceritakan sudah punya cafe kecil-kecilan di New York. Sorot matanya masih sama,Rangga masih serba misterius dan selalu menolak untuk pulang ke Indonesia. Walaupun adik tirinya, memohon karena kesehatan ibu kandung Rangga yang memburuk (yang part ini rada’ kayak sinetron sih ya tapi gapapalah kalo nggak gini Rangga nggak pulang).

Dengan bantuan Karmen, mereka akhirnya ketemuan di sebuah pameran seni. Ini kapan Rangga temenan sama Karmen juga nggak diceritain. Tau tau aja, Karmen udah jadi mak comblang. Cinta nolak, luar biasa nolak. “Kamu, dulu kalo bingung nyenengin, sekarang nyebelin banget!”. Begitu kira-kira dialognya Cinta pas ketemu sama Rangga.

Karena percomblangan ini, Cinta sampe ngamuk ke Karmen. Saking marahnya sampe ngungkit masa lalu Karmen selama 16 tahun ini yang ditinggalin suami dan berakhir ke arah Karmen nge drugs. Karmen, otomatis kepancing emosi juga. Dua karakter ini memang yang paling kuat emosinya sih kalo menurut saya. Akhirnya setelah di jelasin baik-baik kalo temen-temenya Cinta, cuma pengen dia dapet kejelasan sebelum nikah, Cinta akhirnya memaklumi, dan mau buat ketemu Rangga sekali lagi.

Ya, dan inilah dimana kejadian fenomenal di teaser dan di segala sosmed berasal. Dialog, “Rangga, yang kamu lakukan ke saya itu jahat!”. Rangga keliatan banget nggak mau ngelepasin Cinta di sini, dengan segala cara dia pengen tetep ngabisin waktu sama Cinta. Akhirnya Cinta mau nggak mau luluh juga, taktiknya Rangga adalah “Kita ngomong, sambil jalan ya”.

dian-sastro-jahat

Cinta sempat menampar Rangga sih, waktu Rangga nyeritain alasan dia mutusin Cinta.”Egois”, kata Cinta. Iya, pemirsa, Rangga mutusin Cinta, lewat surat. Pantesan aja dikatain jahat. Rangga ngerasa nggak mampu, dan karena hidup dia waktu itu masih serabutan waktu Cinta sekeluarga dateng tahun 2006, dia ngepir (ya ampun, ini versi kata lain “kamu terlalu baik buat aku deh kayaknya” semacam muak saya dikasih alasan kayak gini -_- ) . Tapi habis itu baikan lagi kok habis dibeliin aqua sama Rangga (ini beneran loh ada scene nya). Saya seneng banget lanjutan film ini masih  rasional, artinya kalo karakter tersebut benar-benar hidup, kondisi mereka sekarang saat ini masih sangat masuk akal. Rangga udah banyak berubah waktu ketemu Cinta, lebih banyak senyum dan keliatan sifat angkuhnya berkurang. Cinta juga dengan santai mengatakan akan lebih baik kalau mereka pisah secara damai.

aadc

Setelah main ke mana-mana seharian (sehari-semalem tepatnya). Tibalah di penghujung siang dimana Cinta harus balik lagi sama gengnya, karena udah waktunya mereka balik ke Jakarta. Terjadi sebuah kekhilafan dimana Cinta saying good bye with a sudden kiss. Tapi keliatan banget kok abis itu muka Cinta nyesel karena khilaf. “Salah ! Salah banget”, gitu kata Cinta di toilet. Katanya mau pisah damai, kok khilaf sih.

Rangga yang mau balik lagi ke New York, akhirnya menyambangi Cinta di galerinya. Rangga bilang dia nggak bisa ngelepasin Cinta, dia jujur sebenernya masih sangat ngarep hubungan yang lebih. Cinta yang udah pusing, dengan segala kegalauan hatinya, menolak. “Rangga, I’m getting married”. Rangga pergi dengan cool dan ketemu sekelebat sama Trian (tunangan Cinta) di pintu keluar.

Trian masuk dan minta kepastian sama Cinta, secara emang Cinta aneh abis liburan dari Jogja. Rangga pulang deh itu ke New York. Banyak sekali lah, ia tengok tengok belakang. Cewek ngejar-ngejar dan manggil namamu sebelum naik pesawat itu, cuma ada di AADC 1 Mas Rangga, ini 2016

Endingya, seperti yang sudah kalian semua kira! Cinta nyusulin Rangga ke toko kopinya. Sempat hug dan slightly kiss juga. Lalu mereka dateng ke lahiran anaknya Mili, gendongin anaknya bikin baper penonton yang pada jomblo *iya, saya hehehe.

Over all saya suka sama lanjutanya, masih masuk akal, dan as always bombardir puisinya Rangga selalu bikin nggak kuat hati saya. Langsung pengen beli, bukunya deh. Satu yang sangat amat mengganjal hati saya, adalah endingya. Walaupun seluruh Indonesia Raya dan negara sekitar akan memberikan sumpah serapah jika Cinta akhirnya nggak sama Rangga. Menurut saya, sangat masuk akal lho kalo Cinta memilih Trian. Itu mereka udah lamaran, dan seberapapun, Rangga itu udah ninggalin Cinta terlalu lama. Dengan logika karakternya Cinta yang perfeksionis dan pengen segala sesuatu stick by the plan. Tetep milih Trian, itu masuk akal banget! Beberapa saat lalu di yutub gencar video surat dari Trian sudah pada bacakah? Ya walopun itu bercandaan, tapi bener lho. Kok di sia-sia banget karakter ini, Trian sudah berjasa besar membalut luka hati Cinta yang ditinggal Rangga, dan akhirnya di putus tanpa dikasih alasan yang kuat, kan kejem.

Lalu, Rangga yang memperjuangin Cinta abis-abisan walaupun udah jelas, ni cewek udah pake cincin, menurut saya perlu dihargai. Nyari’in Cinta ke rumah lamanya, entah gimana, tapi Rangga pasti setengah mati ngeyakinin Karmen buat mau nyomblangin dia lagi. Puisi kamu bagus, dan karakter kamu yang sekarang lebih menghargai pertemanan saya suka. Ya tapi, Mas, sembilan tahun itu lamaaa sekali. Kalo kamu emang yakin, cuma ada satu “cinta” di dunia ini harusnya kamu nggak kelamaan nyadarnya.

 

Thanks for reading ^^

 

Image resouce (in order)

raditherapy.com

mojok.co

bloggerjomblo.com

id.bookmyshow.com

remaja.suaramerdeka.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s